Rabu, 17 Oktober 2012

Membangun Sebuah Brand

Sebelum berbicara mengenai cara membangun brand ada baiknya dimulai dari konsep brand dan image.

Brand
Brand (merek) merupakan salah salah satu bagian terpenting dari suatu produk. Merek dapat menjadi suatu nilai tambah bagi produk baik itu produk yang berupa barang maupun jasa.
Sebagai contoh: Apabila terdapat 2 (dua) buah botol parfum yang diisi dengan jenis parfum yang sama baik dalam hal kualitas maupun kuantitas, maka parfum yang diberi merek akan lebih dianggap bernilai, lebih bagus dan lebih berkualitas dibandingkan dengan parfum yang  tidak diberi merek.
Nilai tambah ini sangat menguntungkan bagi produsen atau perusahaan. Karena itulah perusahaan berusaha terus memperkenalkan merek yang dimilikinya dari waktu ke waktu, terutama konsumen yang menjadi target marketnya.

Pengertian tentang merek, “Merek adalah istilah, tanda, simbol, desain atau kombinasi dari semuanya ini yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan produk atau jasa dari seorang atau sekelompok penjual, yang membedakan produk/jasa tersebut dengan produk lain terutama produk saingannya” (Kotler,1987).

Elemen – elemen dari merek adalah:

1. nama
2. logo
3. simbol
4. desain
5. slogan
6. Kemasan

Beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam pemilihan elemen merek:

1. Mudah diingat
Artinya elemen merek yang dipilih hendaknya yang mudah diingat, dan disebut/diucapkan. Simbol, logo, nama yang digunakan hendaknya menarik, unik sehingga menarik perhatian masyarakat untuk diingat dan dikonsumsi.

2. Memiliki makna
Artinya elemen merek hendaknya mengandung sebuah makna maupun penjelasan/ deskripsi dari produk. Diharapkan makna ini dapat mempengaruhi konsumen untuk mengkonsumsi produk tersebut.
Deskripsi makna yang terkandung dapat berupa:

a. informasi umum tentang kategori dan isi dari produk
b. informasi tentang komposisi penting yang ditonjolkan produk dan manfaat dari produk.

3. Menarik dan lucu
Pendekatan lain untuk menarik perhatian konsumen adalah dengan variasi elemen merek yang unik, lucu, pemilihan elemen yang kaya akan visualisasi dan imajinasi. Dalam hal ini yang ditonjolkan adalah desain yang menarik dan lucu.

4. Fleksibel

Artinya elemen merek dapat dimengerti dan tetap dapat diterima oleh daerah/pasar, bahkan budaya lain. Nama yang digunakan pun tidaklah terlalu sulit untuk diterjemahkan. Seringkali pemilihan elemen merek mudah diingat oleh masyarakat lokal, namun sangatlah sulit dimengerti oleh masyarakat lain. Hal ini tentunya akan menghambat produsen untuk masuk dalam pasar yang baru.

5. Legal

Artinya brand elemen tersebut sah menurut hukum dan undang–undang yang berlaku, sehingga berada di bawah perlindungan hukum.

Hal – hal yang berkaitan erat dengan merek adalah :

1. Nama merek (brand name), yaitu bagian dari suatu merek yang dapat diucapkan atau dilafalkan. Contoh : Avon, Toyota, Disneyland, Pepsodent, dan lain-lain.

2 Tanda merek (brand mark), yaitu bagian dari merek yang dapat dikenali,namun tidak dapat dibaca atau diucapkan. Tanda merek ini berupa logo, simbol, warna, gambar, desain.

Faktor – faktor yang mendasari pemberian nama merek sebuah produk antara lain:

1. Pemberian nama berdasarkan pencipta produk.

Contoh: Estee Lauder Cosmetics, Orville Redenbacher popcorn

2. Pemberian nama berdasarkan tempat

Contoh: Surabaya Plaza Hotel, British Airways, Sante Fe Cologne

3. Pemberian nama berdasarkan nama hewan / burung

Contoh: Mustang automobiles, rokok Kuda Mas

4. Pemberian nama berdasarkan obyek/benda tertentu

Contoh: Apple computers

5. Pemberian nama berdasarkan arti/makna produk tersebut,yang berarti nama menjelaskan keberadaan produk yang dipasarkan. Contoh: Just Juice

6. Pemberian nama berdasarkan fungsi atau kegunaan produk

Contoh : Mop and Glo floor cleaner: produk pembersih lantai

Karakter brand supaya menjadi brand yang berpotensi
:
1. A quality product

Sejak kepuasaan konsumen digunakan untuk mengukur nilai-nilai merek (brand values), kualitas adalah nomor satu yang diinginkan konsumen.

2. Being first

Menjadi yang pertama dalam pasar, bukan dalam teknologi.

3. Unique positioning concept

Merek harus memiliki posisi konsep yang unik, yang akan membedakan dari pesaingnya

4. Strong communications program

Brand yang sukses harus disertai dengan penjualan yang efektif, pengiklanan, kampanye promosi yang akan mengkomunikasikan fungsi dari brand itu dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan usaha yang keras, dan komitmen untuk memperkuat komunikasi itu, maka akan menimbulkan kesadaran konsumen akan brand tersebut.

5. Time and Consistency

Merek tidak dibangun dalam waktu yang cepat, membutuhkan waktu untuk membangun merek tersebut dan nilai-nilai yang ada di dalamnya. Dalam memelihara nilai-nilai merek dibutuhkan waktu yang berkesinambungan (terus– menerus) dan dihubungkan dengan perubahan lingkungan.

Fungsi brand (merek) :

1. Bagi konsumen :

a. Identifikasi mutu produk, baik berupa barang maupun jasa. Mutu/kualitas produk berupa barang nyata/tampak dari kondisi barang tersebut, baik dari kualitasnya sampai pada kemasan barang. Sedangkan produk yang berupa jasa, mutu/kualitas pelayanan adalah pelayanan kepada tamu.

b. Merek meningkatkan efisiensi pembeli. Dengan adanya nama/merek maka akan memudahkan pembeli menemukan produk yang dicari/diminati. Hal ini tentunya lebih efisien dan efektif.

c. Membantu menarik perhatian konsumen atas suatu produk baru yang mungkin memberikan keuntungan bagi mereka.

d. Untuk membantu mencegah terjadinya hal–hal yang tidak diinginkan okonsumen/resiko konsumen, baik resiko dalam hal kesehatan, resiko kesalahan fungsi produk, kesalahan harga, ataupun resiko ketidaklayakan produk/jasa tersebut dikonsumsi.

2. Bagi produsen, penjual :

a. Memudahkan penjual untuk memproses pesanan dan menelusuri masalah yang timbul.

b. Sebagai perlindungan hukum terhadap ciri khas produk, sehingga tidak ada produk lain yang meniru.

c. Membantu penjual dalam melakukan segmentasi pasar

d. Membantu penjual dalam
menarik pelanggan/konsumen yang setia dan yang menguntungkan.
e. Membantu membangun citra perusahaan/produsen (jika merek tersebut menimbulkan persepsi positif di masyarakat)

f. Mengidentifikasikan produk dalam perdagangan

g. Mengidentifikasikan keunggulan produk yang dimiliki, yang membedakan produk tersebut dengan produk lain, terutama produk saingan.

 Image
Pengertian image (citra) menurut Kotler (1992) adalah kepercayaan, ide, dan impressi seseorang terhadap sesuatu (Kotler, 1997, p.57).
Sedangkan pengertian citra menurut Alma, Buchari (1992) citra merupakan kesan, impressi, perasaan atau persepsi yang ada pada publik mengenai perusahaan, suatu obyek, orang atau lembaga.
Citra perusahaan dapat dikatakan sebagai  gambaran perusahaan yang terbentuk di mata konsumen .
 Bagi perusahaan citra berarti persepsi masyarakat terhadap jati diri perusahaan. Persepsi ini didasarkan pada apa yang masyarakat ketahui atau kira tentang perusahaan yang bersangkutan. Oleh karena itulah perusahaan yang sama belum tentu memiliki citra yang sama pula dihadapan orang. Citra perusahaan menjadi salah satu pegangan bagi konsumen dalam mengambil keputusan penting. Contoh: keputusan untuk membeli suatu barang, keputusan untuk menentukan tempat bermalam, keputusan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman, pengambilan kursus, sekolah, dan lain-lain. Citra yang baik akan menimbulkan dampak positif bagi perusahaan, sedangkan citra yang buruk melahirkan dampak negatif dan melemahkan kemampuan perusahaan dalam persaingan.

Brand image
Pengertian brand image (Keller, 2003):

1. Anggapan tentang merek yang direfleksikan konsumen yang berpegang pada ingatan konsumen.

2. Cara orang berpikir tentang sebuah merek secara abstrak dalam pemikiran mereka, sekalipun pada saat mereka memikirkannya, mereka tidak berhadapan langsung dengan produk. Membangun brand image yang positif dapat dicapai dengan program marketing yang kuat terhadap produk tersebut, yang unik dan memiliki kelebihan yang ditonjolkan, yang membedakannya dengan produk lain. Kombinasi yang baik dari elemen–elemen yang mendukung (seperti yang telah dijelaskan sebelumnya) dapat menciptakan brand image yang kuat bagi konsumen.

   Faktor – faktor pendukung terbentuknya brand image :
Faktor – faktor pendukung terbentuknya brand image dalam keterkaitannya dengan asosiasi merek: (Keller, 2003)
  1. Favorability of brand association / Keunggulan asosiasi merek.Salah satu faktor pembentuk brand image adalah keunggulan produk, dimana produk tersebut unggul dalam persaingan. Contoh: Motor Honda merupakan produsen motor dari Jepang, Honda menghasilkan motor berdaya tahan lama dan irit bahan bakar. Karena dua keunggulan ini tadi Honda menjadi pemimpin pasar motor di Indonesia yang memang menginginkan produk motor yang awet (tahan lama) dan hemat bahan bakar.
  2. Strength of brand association/familiarity of brand association / Kekuatan asosiasi merekContoh membangun kepopuleran merek dengan strategi komunikasi melalui periklanan atau media komunikasi lain : Perusahaan mobil Chevrolet memberi sponsor mobil pada film “Transformer”, terutama dengan peran robot bumblebee yang menjadi robot utama dalam film. Film “transformer” yang selalu menjadi box office tersebut di tonton jutaan orang di dunia dan secara langsung mengangkat popularitas dan penjualan mobil Chevrolet.
  3. Uniquesness of brand association / Keunikan asosiasi merekMerupakan keunikan–keunikan yang di miliki oleh produk tersebut. Contoh : kaisar motor mempunyai keunikan fungsi motor yaitu dengan adanya bak pengangkut dibelakang motor, yang bisa digunakan untuk mengangkut gallon air dan barang berat lainnya. Dapat disimpulkan bahwa kaisar motor mempunyai keunikan dalam fungsi motor yang disukai oleh para pedagang retail (pedagang gallon air, gas masak, alfamart, indomaret dll)

Cara membangun merek (brand)
Membangun merek yang kuat tidak berbeda dari membangun sebuah rumah. Untuk memperoleh bangunan rumah yang kukuh memerlukan fondasi yang kuat begitu juga dengan membangun merek.
1.       Memiliki positioning yang tepat
Merek dapat di-posi tioning-kan dengan berbagai cara, misalnya dengan membangun
2.       Memiliki brand value yang tepat
Semakin tepat merek di-positioning-kan di benak pelanggan, merek tersebut akan semakin competitive. Untuk mengelola hal tersebut kita perlu mengetahui brand value
3.       Memiliki konsep yang kuat
Tahap akhir untuk mengkomunikasikan brand value dan positioning yang tepat kepada konsumen harus didukung oleh konsep yang tepat.
Pengembangan konsep merupakan proses kreatif, karena berbeda dari positioning, konsep dapat terus menerus berubah sesuai dengan daur hidup produk yang bersangkutan. Konsep yang baik adalah dapat mengkomuniaksikan semua elemen brand value dan positioning yang tepat, sehingga brand image dapat terus menerus ditingkatkan.

Selain itu kita juga dapat melakukan hal hal sbb:
1. Objective
Tentukan tujuan terlebih dahulu supaya bisa menentukan strategi, biaya, dan program.
2. Insight
Mencari pengetahuan tentang produk yang akan kita jual melalui offline maupun online. Mencari fakta tentang kompetitor dan target pasar, bukan hanya menggunakan feeling atau asumsi.
3. Strategy
Menentukan model dengan positioning, differentiation, dan brand. Differentiation dapat membuat produk suatu brand outstanding walaupun brand tersebut belum terkenal di pasaran. Hal ini dapat emnjadi alasan untuk membeli produk brand tersebut, karena perbedaan yang dimiliki dari pesaing lain. Differentiation dapat dilakukan untuk content maupun cara mengkomunikasikan brand ke pasar.
Menyampaikan pesan (message) yang Wow dan Wuz. Untuk membuat pesan yang Wow, kita perlu membuat headline yang menarik. Headline yang menarik dapat membuat orang membaca keseluruhan informasi yang ingin kita sampaikan
4. Tools & Program
Tools dapat berubah tapi program atau model tidak boleh berubah. 5 tools yang dapat digunakan :
a. Website
Untuk membangun brand secara online, memiliki sebuah website merupakan suatu keharusan.
b. Satellite Website
Website-website yang diciptakan untuk menunjang website utama.
c. Social Media
Pengguna social media hari ini mencapai puluhan juta jiwa. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa social media dapat menjadi alat yang bagus untuk membangun brand.
d. Email Marketing
Pemberitahuan informasi langsung kepada personal.
e. SEO
Kependekan dari Search Engine Optimization, suatu teknik agar website yang kita buat mudah ditemukan melalui search engine seperti Google.
Masyarakat pada umumnya menggunakan search engine untuk mencari informasi. Oleh karena itu, penting sekali untuk menggunakan SEO, supaya setiap kali keyword yang dicari berhubungan dengan produk suatu brand dapat memunculkan website brand tersebut di urutan paling atas.
Untuk memasarkan suatu brand dapat menggunakan 2 cara, berbayar atau gratis. Selain itu harus menentukan terlebih dahulu tujuan pemasaran suatu brand, apakah untuk awareness atau untuk menjual produk. Hal ini yag akan menentukan tools mana yag akan digunakan dan berpa banyak biaya yang harus dikeluarkan.

Sumber :
beta.licht-soft.com/article/brand-building-strategy-via-online/
http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/43033-1-364171682074.docs
http://stevanus39e.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2012/02/18/brand-image/

Rabu, 05 September 2012

Segmentasi,Targeting,Positioning,Diferensiasi

Segmentasi
Segmentasi dapat dikatakan peka terhadap pasar , sehingga perusahaan tidak akan ketinggalan ketika ada peluang yang muncul di pasar. Perusahaan harus lihai dalam membaca kondisi pasar sehingga dapat  mengidentifikasi dari segi demografis, geografis, dan psikografis.
Untuk itu perusahaan harus melakukan yang namanya segmentasi pasar, dimana perusahaan dapat menentukan segmen pasar yaitu, sekelompok orang yang memiliki satu atau lebih kesamaan karakter.
Segmentasi pasar sendiri adalah suatu kegiatan membagi pasar dari yang lingkupnya besar ke lingkupnya kecil atau memiliki kesamaan karakteristik,minat,perilaku, maupun gaya hidup sehingga mudah diidentifikasi.
Contoh : Perusahaan Susu untuk anak kecil , namun segmen pasarnya siapa? Apakah batita (bayi dibawah usia tiga tahun), balita (bayi dibawah usia lima tahun), atau untuk usia 5 tahun keatas . untuk mengetahuinya  perusahaan melakukan segmentasi pasar .

Tujuan Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar dilakukan agar perusahaan lebih mudah menentukan segmen pasar dimana pasar memiliki perbedaan dan variasi konsumen.
Contoh : Sebuah produk kecantikan ingin mengeluarkan produk bedak khusus wanita untuk wajah. Tetapi produk bedak untuk wajah tidak cuma satu, ada pesaing lain. Sebaiknya agar perusahaan lebih fokus melayani segmen pasar, perusahaan melakukan segmentasi. Untuk mengetahui produk bedak ini untuk wajah wanita yang seperti apa? Yang kusam kah, berminyak kah, atau yang memiliki noda hitam di wajah.

Peran Segmentasi
-          Dengan segmentasi maka akan memberikan gambaran segmen-segmen pasar yang akan dilayani perusahaan.
-          Segmentasi juga memberikan gambaran peta kompetisi untuk menentukan posisi pasar
-          Segmentasi menjadi dasar menentukan komponen strategi entah dalam urusan promosi atau pemasaran.
-          Segmentasi juga memberikan peluang yang besar untuk mengalahkan pesaing dengan melihat pasar dari sudut pandang yang berbeda dari yang dilakukan pesaing.

Dasar Segmentasi
Dasar segmentasi yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi tuntutan atau respon pelanggan yang berbeda variabel utama dalam segmentasi yang terdiri dari :
1. Segmentasi Geografi
Pada segmentasi georafi pengelompokan dilakukan berdasarkan faktor geografinya, seperti berdasarkan daerah asal atau tempat tinggal konsumen serta mengetahui social kehidupan di daerah konsumen. Misalnya bandung yang memiliki image kota yang dikenal dengan sebutan paris van java, cocok sebagai wisata belanja membuat beberapa perusahaan yang bergerak di bidang fashion pasti akan melirik bandung sebagai target market.
2. Segmentasi Demografi
Pada segmentasi demografi pengelompokan dilakukan berdasarkan usia, kelamin, keluarga dan siklus hidup, Ras, pendidikan, dan pekerjaan atau penghasilan konsumen. Contoh: Shopie Martin yang target marketnya seorang perempuan (remaja dan dewasa )kelas menengah ke atas . Dan biasanya pelanggannya wanita karir yang memiliki penghasilan besar.
3. Segmentasi psikografi
Pada Psychographic segmentation pengelompokan didasarkan pada karakteristik setiap konsumen, seperti motivasi, kepribadian, persepsi, interest, minat dan sikap.  Contoh : Honda mengeluarkan Sepeda motor skuter  matic Honda Beat untuk kalangan wanita yang lebih girly , apalagi terdapat warna pink yang banyak disukai oleh wanita khususnya remaja yang girly modis.

Syarat Segmentasi Yang Efektif

1. Measurable (terukur)

Measurable berarti segmen pasar  dapat membantu perusahaan dalam mengukur potensi pasar, daya beli konsumen serta ukuran alokasi sumberdaya. Misalnya , Produk makanan bayi usia 6 – 12 bulan tentunya dapat diukur dari berapa kali bayi usia 6 – 12 bulan makan dan seberapa banyak.
2. Substansial (banyak)
Substansial berarti segmen tersebut besar dan profitable untuk dilayani, misalnya the poci yang mendirikan kedai di daerah jakarta yang luas, tentunya menjadi potensi besar terlebih lagi cuaca di Jakarta cenderung panas.
3. Accessible (dapat diakses)
Accessible berarti segmen tersebut harus mudah dijangkau untuk dilayani . Misalnya , Restoran yang menjual makanan khas sunda di Jakarta, sedangkan target utamanya orang sunda yang notabene banyak berdomisili di bandung .
4. Differentiable (dapat dibedakan)
Differentiabel berarti segmen tersebut dapat dibedakan dengan jelas.
5. Actionable (dapat dilayani)
Actionable berarti segmen tersebut dapat dilayani dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Misalnya kedai es krim di dalam mall yang ditujukan untuk remaja dan anak kecil , tentunya dengan cakupan 1 mall  dengan remaja dan anak kecil yang suka makan es krim masih bisa di perkirakan berapa banyak yang harus dijual.


Manfaat Segmentasi
1. Perusahaan akan tanggap jika ada peluang yang muncul di pasar
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan strategi periklanan yang paling efektif dan dapat disesuaikan dengan dana perusahaan.
4. Dapat digunakan untuk mengetahui kerekter masing-masing segmen sehingga dapat mengetahui segmen mana yang berpotensi.

Targeting
Targeting berarti sasaran yang dituju. Hal ini merujuk pada target market.
Target market dapat dikatakan segmen pasar  yang menjadi tujuan pemasaran. Yang perlu diingat  sebelum memutuskan segmen mana yang menjadi target market , perusahaan mengevaluasi  apakah  segmen tersebut berpotensi atau tidak . Sebelum menentukan sasaran perusahaan  melakukan beberapa survey  agar proses pemasaran tidak salah sasaran.


Menentukan Target Market

Single Segment Concentration.
Maksudnya perusahaan dapat memilih satu segmen saja  . perusahaan fokus pada satu segmen saja . Misalnya  : Harley Davidson berkonsentrasi hanya pada pasar sepeda motor besar
Multi segment Marketing
Maksudnya Perusahaan memilih dua atau lebih segmen pasar dan menyusun bauran pemasaranyang terpisah bagi setiap segmen tersebut. Strategi ini memberikan manfaat antaralain : volume penjualan, laba dan pangsa pasar yang lebih besar dan skala ekonomis dalam pemasaran.
Contoh : Sepeda United tidak hanya fokus pada pasar sepeda untuk orang dewasa tetapi juga untuk sepeda anak kecil.

Positioning 
Positioning adalah image atau citra yang terbentuk di benak konsumen dari sebuah nama perusahaan. Positioning menyangkut bagaimana sebuah produk dinilai dan dilihat di mata konsumen , serta apa yang bisa membuat konsumen mengingat produk tersebut dan bisa membedakannya dengan produk lainnya. Brand image yang muncul akan menjanjikan konsumen lebih tertarik kepada produk kita disbanding pesaing. Positioning tidak hanya membangun image tetapi juga membangun kepercayaan konsumen dengan menanamkan berbagai informasi, identitas tentang produk di dalam benak konsumen perusahaan sehingga konsumen selalu ingat dengan produk kita . karena inilah positioning cukup berpengaruh bagi keberhasilan perusahaan.

Cara Menentukan Positioning
Dalam menentukan positioning ada empat tahap yaitu:
-      -  identifikasi target, dengan mengidentifikasi maka akan memberikan perusahaan gambaran bagaimana cara yang tepat untuk membangun brand image.contohnya suatu produk kecantikan, harus bisa mengidentifikasi target market sesuai produk yang di tawarkan apakah produk ini untuk memutihkan kulit, atau menghaluskan kulit.
-      - menentukan frame of reference pelanggan, ide / asumsi yang dapat diterima oleh konsumen. Contoh : Hoka – Hoka Bento yang menggunakan ikon sepasang karakter anak-anak dengan gaya gambar manga Jepang, sehingga orang bisa mengingat hokben sebagai restoran masakan jepang.
-      - merumuskan point of differentiation , hal-hal yang harus diperhatikan agar konsumen memilih perusahaan.
Contohnya : es pocong yang dikenal di kalangan masyarakat karena namanya yang aneh dan unik.  Sehingga menarik perhatian konsumen.
-     -   menetapkan keunggulan kompetitif produk  dimana produk tersebut bisa dinikmati sebagai sesuatu yang beda.
-          Contohnya : penjual pop ice A menjual pop ice dengan campuran keju, susu, oreo, dan permen coklat. sedangkan penjual pop ice B dengan harga yang sama hanya menmbahkan keju dan astor saja . tentu penjual pop ice A lebih unggul dan akan lebih diminati.

Dan untuk mengkomunikasikan positioning sebuah produk perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor di bawah ini:

1. Be creative , perusahaan harus kreatif untuk mencuri perhatian konsumen atau target market. Contohnya : Sebuah produk susu untuk anak kecil mendesain packaging berbentuk boneka.

2. Simplicity , komunikasi yang disampaikan harus sesederhana dan sejelas mungkin . contoh: dalam iklan bodrex yang menggunakan kata “Bodrex, pilihan utama atasi sakit kepala” ini cukup singkat dan jelas.
3.Consistent yet flexible , perusahaan harus konsisten .
4.Own, dominate, protect , dalam komunikasi perusahaan harus memiliki satu atau beberapa kata ampuh di benak pelanggan . misalnya The Botol Sosro yang menggunakan kalimat “ apapun makanannya, minumnya the botol sosro”
5.User their language dalam mengkomunikasikan positioning perusahaan harus menggunakan bahasa pelanggan. Misalnya : produk makanan ringan untuk anak kecil , maka bahasa yang digunakan yang dimengerti oleh anak kecil.

Diferensiasi

Diferensiasi adalah suatu cara yang dilakukan oleh perusahaan agar produk yang ditawarkan memiliki tempat tersendiri di benak konsumen. Differensiasi ini akan membuat tawaran yang diberikan perusahaan menjadi berbeda. Dengan catatan perusahaan harus memperhatikan content, contex, dan infrastruktur. Content menunjukkan apa yang di sajikan kepada konsumen. Contex adalah bagaimana cara penyajiannya. Infrastruktur lebih kepada teknologi,fasilitas yang diunggulkan.
Contoh : Penjual Jagung bakar ( content ), disajikan dengan lumuran keju dan saos, (contex) , dan cepat saji (infrastruktur).
Diferensiasi dilakukan untuk mengembangkan positioning , dengan diferensiasi maka perusahaan akan memliki tempat tersendiri di benak konsumen.

Diferensiasi produk
Diferensiasi produk adalah kegiatan memodifikasi produk agar lebih menarik. Hal ini memerlukan penelitian pasar agar bisa benar-benar berbeda dari produk pesaing.  Butuh kemampuan bersaing agar pesaing tidak dapat  meniru . Ini dapat dicapai dengan menciptakan produk yang unik.
Contoh : Flashdisk merk Argos Tech mengeluarkan berbagai macam variasi flashdisk berbentuk kartun maupun benda tertentu seperti bentuk gitar, ice cream, keropi, hotdog, mickeymouse, tazmania dll.
Diferensiasi Jasa
Menciptakan produk yang berbeda tidak selalu mudah , sebagai penggantinya perusahaan dapat melakukan diferensiasi jasa dimana perusahaan memberikan pelayanan yang lebih baik dari pesaing dan berusaha untuk konsisten dan selalu meningkatkan mutu dari produk. Misalnya jasa pengiriman produk, customer consulting atau customer service.
Contoh :Ice Cream Walls  memberikan pelayanan untuk membuat konsumen merasa  lebih puas dengan menyediakan tas khusus ice cream agar tidak mencair . Bagi konsumen ini akan menjadi point plus untuk pelayanan walls.
Diferensiasi Personal
Diferensiasi dengan meningkatkan kompetensi karyawan melalui sikap, pengetahuan, sopan santun,credibility, dan responsive.
Contoh : Pelayanan yang diberikan kepada oleh karyawan indomart yang memberi ucapan selamat datang kepada setiap pengunjung yang datang dan mengucapkan terimakasih setelah pengunjung selesai melakukan pembayaran di kasir.
Diferensiasi Image (citra)
Image atau citra adalah karakteristik yang diingat oleh konsumen. Untuk membangun image yang bagus di mata konsumen , perusahaan harus pintar dalam menentukan karakter pembeda yang berpotensi membuat konsumen selalu ingat, dan terus percaya dalam jangka waktu yang lama.
Contoh : Aqua yang sudah membangun brand image sekian lama dan sampai sekarang masih eksis di kalangan masyarakat meskipun banyak bermunculan merk air mineral


Sumber referensi : 
http://rajapresentasi.com/2009/08/segmentasi-targeting-dan-positioning-dalam-manajemen-pemasaran/
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/persyaratan-segmentasi-pasar-yang.html
http://www.scribd.com/doc/66694286/107/Syarat-Segmentasi-Yang-Efektif